Wednesday, 30 July 2014
Home » Gerakan Cinta Pangan Lokal » Meneropong Potensi Industri Makanan dan Minuman di Indonesia

Meneropong Potensi Industri Makanan dan Minuman di Indonesia

usaha-minumanIndonesia boleh berbangga karena capaian pertumbuhan ekonomi beberapa tahun belakangan ini menunjukkan trend positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, dalam beberapa kurun waktu terakhir angka pertumbuhan ekonomi masih bertahan di kisaran 6,3%. Angka pertumbuhan ini memang tidak seperti yang ditargetkan yaitu sebesar 6,5%. Tapi mengingat beberapa krisis ekonomi yang melanda dunia, Indonesia termasuk negara yang bisa bertahan.

Tabel 1. Pertumbuhan Ekonomi tahun 2008 – 2012 berdasar Harga Konstan 2000

Tahun Angka pertumbuhan (%)
2008 6,0
2009 4,6
2010 6,2
2011 6,5
2012* 6,3

                                    *semester 1 tahun 2012.Sumber : Badan Pusat Statistik

Jika dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB), maka konsumsi masyarakat merupakan faktor penyumbang terbesar yang mencapai lebih dari 60%.Kontribusi konsumsi masyarakat terhadap PDB ini cukup konstan dari tahun ke tahun. Jika melihat kontribusinya, maka setiap pertumbuhan 1% konsumsi Rumah Tangga akan menyumbang 2,04% pertumbuhan PDB.[1] Dengan demikian bisa dikatakan bahwa saat ini konsumsi masyarakat merupakan motor penggerak dari perekonomian Indonesia.

gambar1

Sumber : Bank Indonesia

Konsumsi masyarakat sendiri dibagi menjadi dua kategori, yakni makanan dan non-makanan. Pengeluaran sektor non makanan dalam hal ini mempunyai sensitivitas lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk makanan.[1] Namun perbedaan selisih ini tidak terlampau jauh. Berikut adalah data tentang pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia per bulan dalam kurun waktu 2009-2011.

gambar4Jika mencermati data di atas, dalam konsumsi rumah tangga sektor makanan, padi-padian (serealia) menduduki peringkat teratas. Setelah itu disusul oleh jenis makanan dan minuman jadi (prepared foods and beverages). Tingkat konsumsi makanan dan minuman jadi ini melebihi pengeluaran untuk sayuran, ikan maupun daging.

Data pengeluaran masyarakat per kapita di atas menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat Indonesia sudah bergeser. Meskipun padi-padian masih jadi primadona, tapi masyarakat cenderung lebih suka mengkonsumsi makanan siap saji atau instan. Data ini pun menunjukkan relevansinya jika kita melihat pertumbuhan industri makanan dan minuman saat ini. Pada tahun 2011 Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mencatat bahwa nilai penjualan makanan dan minuman mencapai 660 triliun sedangkan tahun 2012 meningkat hingga 700 triliun.[2]

Hasil survei Bank Indonesia tentang indeks penjualan riil makanan dan tembakau dari bulan Oktober 2009 – Februari 2011 memperkuat hal tersebut. Dari hasil survei tersebut diketahui bahwa daya beli masyarakat terhadap makanan dan tembakau relatif stabil bahkan menunjukkan trend yang meningkat. Meskipun pada bulan Februari 2011 sempat terjadi penurunan daya beli masyarakat karena inflasi, tapi penjualan makanan dan tembaku tetap menunjukkan angka yang stabil.[3]

Pertumbuhan industri makanan dan minuman ini tidak mustahil akan semakin tumbuh. Mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta orang merupakan pasar domestik yang sangat potensial. Ditambah lagi saat ini daya beli masyarakat sedang menunjukkan trend positif. Hal ini setidaknya tercermin dari tingkat keyakinan masyarakat dan indeks ekspektasi konsuman yang menunjukkan optimisme masyarakat terhadap tingkat penghasilan dan daya beli yang akan terus meningkat di masa mendatang.[3] Dari data-data tersebut, industri makanan dan minuman merupakan sektor strategis yang akan terus tumbuh. Potensi Indonesia ini bukan hanya ditopang dari kebutuhan pasar domestik yang besar, tapi juga ketersediaan bahan baku yang melimpah. (NI)

Sumber:

[1] Tim Statistik Sektor Rill Bank Indonesia, 2011.

[2] Diolah dari Jurnal Bank Mandiri, Industry Update, Volume 8 April 2011 dan Harian Seputar Indonesia 4 Oktober 2012.

[3] Lihat laporan hasil Survei Indeks Penjualan Rill Makanan dan Tembakau oleh Bank Indonesia tahun 2011 serta hasil analisis jurnal Bank Mandiri, Industry Update, Volume 8 April.

Sumber Gambar:

http://bisnisukm.com/industri-makanan-dan-minuman-kembali-bersinar.html

About Beranda MITI

miti.kajian@gmail.com'
Beranda MITI merupakan portal informasi mengenai isu-isu terkini dari MITI. Beranda MITI berupaya untuk membentuk masyarakat yang memiliki karakter, mampu memproduksi, mereproduksi, dan bersemangat menambah informasi dan pengetahuan, serta menggunakan secara intensif kemajuan teknologi informasi untuk kesejahteraan dan kejayaan.

One comment

  1. itrcdcjogja@yahoo.com'

    Wahaa… Mantap.
    Yuk mari garap sektor kulier… Tp apa yaa..? Tuing..tuingg…. :)

Leave a Reply

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes
popberanda