Tuesday, 16 September 2014
Home » Tulisan Kontributor » Artikel » Daya Saing Indonesia di Mata Dunia

Daya Saing Indonesia di Mata Dunia

daya-saingApakah keunggulan komparatif berupa kekayaan sumber daya alam (SDA) dapat mendorong peningkatan daya saing bangsa Indonesia? Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan mengambil contoh dari Negara Jepang, Singapura, dan Korea Selatan yang menunjukkan daya saing yang jauh lebih tinggi, kendati ketiga negara ini miskin SDA. Oleh karenanya, modal kekayaan SDA (weatlh) saja belumlah cukup. 

Kebijakan sebagian negara-negara yang memiliki diversifikasi SDA cukup beragam seperti brazil, Afrika Selatan termasuk juga Indonesia, membuat negara-negara tersebut memilih untuk mengekspor langsung bahan mentah agar memperoleh keuntungan segera. Di lain pihak, negara-negara seperti Jepang, Korea, dan Taiwan bahkan Singapura, justru fokus mentransformasikan SDA impornya menjadi produk-produk manufaktur yang bernilai tambah tinggi, sehingga menjadi faktor pendongkrak daya saing mereka.

Pada tahap awal, kekayaan alam bangsa memang membantu pembangunan ekonomi negara, namun kekayaan yang dimiliki sekarang tidak menjamin kesinambungan kemakmuran di masa mendatang. Sebagai negara kaya SDA dan berpopulasi besar (220 juta jiwa) memiliki kekuatan ekonomi yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan Singapura yang memiliki sedikit SDA dan berpenduduk tidak lebih dari 4.5 juta jiwa. Tetapi, kekuatan daya saing ternyata lebih dari sekedar kekuatan ekonomi (Tabel 1).

Tabel 1. Keunggulan Komparatif

tabel1

Sumber: IMD World Competitiveness Yearbook 2007

Singapura memiliki efisiensi yang tinggi di pelbagai sektor yang membuat daya saing Negeri Singa ini amat cemerlang. Efisiensi pemerintahan, efisiensi dunia bisnis, dan efisiensi infrastruktur sosial (pendidikan, riset, dan budaya kerja keras) menobatkan negeri ini menempati posisi kedua puncak competitiveness, bahkan tak tersaingi oleh negara-negara maju, seperti Jepang, Jerman, dan Prancis (Tabel 2).

Tabel 2. Sepuluh Negara Berdaya Saing Tertinggi Tahun 2011

tabel2

Sumber: World Economic Forum 2011

Tahun 2011 peringkat daya saing dunia dalam urutan 10 teratas tetap didominasi oleh negara-negara Eropa. Swiss adalah negara paling kompetitif di dunia, disusul oleh Singapura, Swedia, Finlandia, dll. Jepang adalah negara Asia ke 2 yang menempati posisi sepuluh besar. Amerika Serikat berada pada posisi ke 5 dan Inggris pada posisi ke 10. Pada tahun 2011, Indonesia menempati posisi ke 46, turun dua tingkat dari tahun 2010. 

Diantara negara-negara ASEAN, setelah Singapura, Malaysia menempati posisi teratas (peringkat ke 21), disusul oleh Thailand (39) (Tabel 3). Vietnam dan Filipina berada di belakang Indonesia, pada peringkat ke 65 dan 75 bertururt-turut. Cukup mengejutkan adalah Filipina, yang naik 10 tingkat dari peringkat ke 85 di tahun 2010. Kinerja daya saing Indonesia lebih buruk daripada Thailand, yang hanya turun satu tingkat dibandingkan tahun sebelumnya (2010), kendati Thailand mengalami gejolak politik cukup lama. 

Tabel 3. Peringkat Daya Saing Beberapa Negara ASEAN 2011

tabel3

Sumber: World Economic Forum 2011

Setahun kemudian, dalam World Economic Forum (WEF), telah dirilis Global Competitiveness Index Tahun 2012 pada tanggal 5 September 2012. Posisi daya saing Indonesia berada pada peringkat ke-50 dari 144 negara, atau menurun 4 tingkat dibandingkan tahun sebelumnya. (RAP)

Sumber:

Darwanto H. 2011. Peningkatan Daya Saing Indonesia. [Terhubung Berkala]. http://www.bappenas.go.id/blog/wp-content/uploads/2012/10/2_PERINGKAT-DAYA-SAING-INDONESIA-2011-hary-Dralat.pdf

Hermana B. 2012. Global Competitiveness Report 2012-2013: Daya Saing Indonesia Menurun. [Terhubung Berkala]. http://pena.gunadarma.ac.id/global-competitiveness-report-2012-2013-daya-saing-indonesia-menurun/

Zuhal. 2002. Knowledge & Innovation: Platform Kekuatan Daya Saing. Jakarta: Gramedia.

About Beranda MITI

Avatar of Beranda MITI
Beranda MITI merupakan portal informasi mengenai isu-isu terkini dari MITI. Beranda MITI berupaya untuk membentuk masyarakat yang memiliki karakter, mampu memproduksi, mereproduksi, dan bersemangat menambah informasi dan pengetahuan, serta menggunakan secara intensif kemajuan teknologi informasi untuk kesejahteraan dan kejayaan.

Leave a Reply

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes